Rumah tangga merupakan pelaku ekonomi terkecil. Meskipun begitu, rumah tangga
merupakan pelaku ekonomi terpenting karena semua kegiatan
ekonomi berawal dari sana. Kegiatan produksi, distribusi,
dan konsumsi pasti melibatkan salah satu atau beberapa anggota
keluarga. Berikut ini kita bahas peranan keluarga sebagaikonsumen, produsen,
dan distributor.
1. Rumah Tangga sebagai Konsumen
Konsumsi
dalam pengertian ekonomi adalah kegiatan mengurangi atau menghabiskan
nilai guna barang/jasa. Pengertian mengurangi atau menghabiskan di sini dapat
secara berangsur-angsur atau sekaligus. Barang yang digunakan langsung untuk
pemenuhan kebutuhan disebut barang konsumsi, misalnya makanan dan minuman.
Adapun barang yang tujuannya untuk menghasilkan barang disebut barang
produksi, misalnya kendaraan, komputer, dan lain-lain.
Rumah
tangga keluarga merupakan kelompok yang paling sering melakukan kegiatan
konsumsi. Sesuai perannya, masing-masing anggota keluarga memiliki kebutuhan
yang berbeda-beda, baik dilihat dari jumlah maupun macamnya. Perbedaan kagiatan
konsumsi tersebut disebabkan adanya perbedaan jenis kelamin, usia, latar
belakang pendidikan, cara dan kebiasaan hidup. Misalnya ayah sebagai kepala
keluarga yang bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan membutuhkan dasi,
sepatu, tas kantor, dan lain-lain. Ibu sebagai ibu rumah tangga membutuhkan
kompor, sayur-sayuran, buah-buahan, dan lain-lain. Adapun kebutuhan anak lain
lagi, misalnya sebagai pelajar, ia membutuhkan buku tulis, pena, pensil, tas
sekolah, dan lain-lain.
Rumah tangga atau dalam bahasa sehari-hari kita sebut sebagai keluarga
umumnya terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Keluarga yang lebih besar mencakup
anggota yang lebih banyak lagi. Mereka semua memiliki kebutuhan, baik kebutuhan
individu maupun kebutuhan bersama. Minimal membutuhkan makanan, minuman, rumah,
dan baju (tiga kebutuhan pokok: sandang, pangan, dan papan). Karena keluarga
mengonsumsi barang dan jasa, keluarga disebut sebagai konsumen.
Tingkat konsumsi tiap keluarga berbeda, tergantung kondisi dan kemampuan
masing-masing keluarga. Faktor-faktor yang memengaruhi tingkat konsumsi
keluarga di antaranya sebagai berikut.
§
Jumlah anggota keluarga. Makin banyak anggota keluarga, pasti kebutuhan akan makin meningkat.
§
Penghasilan. Umumnya keluarga yang berpenghasilan tinggi akan memiliki pola konsumsi
yang lebih banyak dan mahal.
§
Usia salah satu anggota keluarga. Saat anggota keluarga masih berusia anak-anak, mungkin kebutuhannya tidak
akan terlalu mahal. Tapi ketika beranjak remaja, biasanya anak akan membutuhkan
lebih banyak barang. Orang tua juga harus memikirkan biaya pendidikan yang
lebih mahal.
§
Pola didikan. Jika sebuah keluarga menerapkan pola didikan dan
pola kehidupan yang selektif, disiplin, dan prihatin, biasanya tingkat
konsumsinya akan jauh lebih rendah dibandingkan keluarga yang tidak menerapkan
pola didikan demikian meskipun pendapatannya sama.
§
Status sosial ekonomi keluarga, semakin tinggi status sosial
keluarga, semakin tinggi pula selera konsumsinya. Tingkat selera konsumsi
seseorang akan nampak pada tingkat kualitas barang atau jasa yang dipilih untuk
memenuhi kebutuhan keluarga tersebut.
§
Tingkat harga barang atau jasa, semakin tinggi harga
barang/jasa, makin banyak pula dana yang diperlukan untuk membeli barang/jasa
yang diperlukan keluarga tersebut.
2. Rumah Tangga Keluarga Sebagai Produsen
Untuk
dapat melakukan kegiatan ekonomi dalam rumah tangga keluarga harus memiliki
penghasilan atau pendapatan yang dapat dipergunakan untuk melakukan kegiatan
ekonomi lainnya. Rumah tangga keluarga dalam kegiatan ekonomi merupakan pemilik
faktor produksi. Faktor produksi tersebut antara lain :
Tanah,
bagi masyarakat pedesaan khususnya petani, tanah merupakan aset produksi yang
utama. Dari tanah inilah dapat difungsikan sebagai penghasil pendapatan.
Misalnya disewakan atau ditanami sebagai sumber penghidupan keluarga.Tenaga
kerja, keluarga merupakan penyedia tenaga kerja bagi kegiatan produksi, baik
produksi dalam keluarga tersebut ataupun kemungkinan dimanfaatkan oleh pihak
lain.
Keahlian,
sumber penghasilan keluarga adalah dari keahlian yang dimiliki oleh kepala
keluarga (bisa ayah, ibu atau keduanya). Keluarga juga menjadi sumber daya
berupa keahlian yang dimiliki oleh anggota keluarga itu.Modal, keluarga
merupakan modal produksi. Di mana masing-masing anggota keluarga memiliki
keahlian masing-masing dan berpotensi menjadi tenaga kerja untuk menghasilkan
suatu barang.
Kegiatan
produksi yang dilakukan dalam rumah tangga keluarga adalah menyediakan faktor
produksi yang dibutuhkan pelaku ekonomi lainnya. Dalam kegiatan produksi inilah
rumah tangga keluarga memperoleh penghasilan atau pendapatan dalam bentuk uang.
3. Rumah
Tangga Keluarga Sebagai Distributor
Kegiatan
distribusi adalah kegiatan menyampaikan barang dan jasa dari produsen ke
konsumen. Kegiatan distribusi dapat dilakukan oleh rumah tangga dengan membuka
toko atau warung yang digunakan untuk mendistribusikan barang-barang kebutuhan
masyarakat.
Selain
membuka toko atau warung, rumah tangga juga dapat melakukan distribusi dengan
menjadi pedagang keliling, pedagang asongan, pedagang perantara, dan lain-lain.
Kegiatan distribusi yang dilakukan oleh rumah tangga ini bertujuan untuk
mendapatkan penghasilan atau menambah penghasilan keluarga.
No comments:
Post a Comment
Setelah baca Tolong kasih komentarnya ya!